Minggu, April 21

Nugget Ayam Sayuran (1thn +)


Sebetulnya resep ini sama dengan resep Bakso Ayam Sayuran, hanya bentuknya lonjong seperti Jempol dan dibalur tepung roti dan digoreng. Saya posting karena Mom Syani mau bikin sendiri buat Keiko. Buat Mom yang mau pesen, bisa juga kalau pas aku bikin buat Shoka.

Bahan :
  • 500 gr Ayam Kampung Fillet
  • 100 ml Kaldu Ayam Kampung Organik
  • 200 gr Sayuran (Wortel/Buncis/Kacang Panjang/Brokoli/Daun Bawang)
  • 75 gr Oatmeal Instant / 1 btr telur ayam kampung 
  • 1 sdm Maizena
  • 1 siung Bawang Putih/Merah
  • 10 sdm minyak sayur 
  • 3 btr Telur Ayam, kocok lepas
  • 300 gr Tepung Roti 
Photo: Veggie Chicken Nuggets for BabiesBahan Optional :
Alat :
  • Food Processor /Chopper 
  • Mangkuk 
  • Kukusan/Dandang
Cara:
  1. Giling kasar sayuran. Sisihkan
  2. Giling daging ayam kampung fillet sampai halus. tambahkan bawang putih/merah. Giling kembali hingga tercampur dan halus. tambahkan kaldu ayam sambil mengiling utk membuat gilingan daging lebih halus.
  3. Campur daging ayam giling dengan sayuran dalam mangkuk besar,  masukan maizena, oatmeal/telur. Garam dan merica bila mau. Aduk rata
  4. Basahi tangan dengan minyak sayur dan bentuk adonan bulat2 sebesar jempol. Taruh nugget dalam mangkuk/loyang yang sudah diolesi minyak sayur. Buat semua hingga habis. 
  5. Kukus nugget dalam dandang selama 15 menit sejak air mendidih. 
  6. Matikan api, angkat loyang dari dandang, diamkan nugget dalam loyang hingga dingin. Simpan dalam freezer dalam wadah tertutup satu malam. 
  7. Kocok lepas telur, celupkan nugget ke telur dan balur tepung roti. Buat balur nugget dengan celupan telur dan tepung roti hingga habis. Simpan Nugget dalam wadah tertutup dan masukan ke freezer kembali minimal satu hari, sebelum digoreng. 
  8. Nugget siap digoreng. Awet 2-4 minggu di freezer. 
 Selamat Mencoba mom.

Resep Lain Info + Tips lain | Pesan Kaldu | Testimonial Pesan Tepung Qreezpy | Pesan Gasol  
_________________________________________________ 
Saran, Resep dan tips hanya berdasarkan pengalaman pribadi dan tidak mengantikan pendapat dokter. Bila ada masalah serius , harap hubungi Dokter Spesialis Anak/Dokter Gizi